Pj Bupati H. Ahmad Rizali Dorong Kolaborasi TP PKK dan OPD untuk Percepat Penurunan Stunting di Muara Enim



Tim News Room Muara Enim Diskominfo SP 

Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, Pemkab Muara Enim menggelar pertemuan Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Muara Enim, serta Peluncuran Gerakan Serentak Intervensi Pencegahan Stunting 2024. Acara ini mencakup berbagai agenda penting, seperti penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara TP PKK dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), evaluasi capaian kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester I, dan penyuluhan tumbuh kembang anak oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri). Acara berlangsung di Balai Agung Serasan Sekundang Muara Enim, pada Sabtu (08/06).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Muara Enim, H. Ahmad Rizali, menekankan pentingnya dukungan seluruh OPD untuk merealisasikan visi Kabupaten Muara Enim, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting. 

"Kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting. Intervensi serentak di posyandu bertujuan mendeteksi dini masalah gizi dan meningkatkan kunjungan sasaran ke posyandu," ujar Rizali.

Pemkab Muara Enim telah menginstruksikan para camat dan kepala desa/lurah untuk mengambil langkah-langkah koordinatif dalam melaksanakan 10 Pasti Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di wilayah masing-masing. Ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Penyuluh Agama, TP PKK, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta TPPS Kecamatan dan Desa/Kelurahan.

Instruksi ini meliputi, pendataan calon pengantin, ibu hamil, dan balita sebagai sasaran utama, pendampingan dan edukasi kepada calon pengantin dan ibu hamil, pengukuran menggunakan alat antropometri standar, Intervensi pada ibu hamil dan balita yang mengalami masalah gizi, edukasi di posyandu serta pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran ke dalam sistem informasi e-PPGBM, Monitoring dan evaluasi pelaksanaan intervensi serentak, penyediaan dana untuk pelaksanaan intervensi, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan.

"Target dari kegiatan ini adalah mencapai 100% pengukuran dan penimbangan balita yang terinput dalam e-PPGBM dari total sasaran balita yang ada. Intervensi serentak ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2024 di posyandu masing-masing, dengan peluncuran resmi dimulai hari ini,"ucapnya 

Sementara itu, Pj Ketua TP PKK Muara Enim, Hj. Rose Mafiana, menekankan peran penting PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan wanita. 

"PKK memiliki peran vital dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan menciptakan kesejahteraan. Melalui sinergi program antara pemerintah dan PKK, kita dapat mencapai tujuan menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas hidup keluarga," ungkapnya.

Melalui kolaborasi lintas program antara pemerintah dan PKK, diharapkan tercapai tujuan menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas hidup keluarga, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak yang sehat dan sejahtera. 

"Kami mengajak semua stakeholder untuk aktif dalam upaya ini, demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita," tutup Hj Rose Mafiana.