Bersama Plt Ketua DPRD dan Tumenggung Lawang Kidul, Plt Bupati Juarsah Letakkan Batu Pertama Pemugaran Makam Puyang Lawang Kidul



Tim News Room Muara Enim Diskominfo.

Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah bersama Plt Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Liono Basuki serta Tumenggung Lawang Kidul, Dedi Sigrmanudin. Pagi tadi, Minggu (28/06) menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pemugaran (pembaharuan kembali) Makam Puyang Lawang Kidul (Syech Muhammad Ilyas) yang terletak di Bedeng Obak Dusun VI Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul.

Paga kesempatan itu, Plt Bupati memberikan apresiasi kepada warga Bedeng Obak terutama kepada tim pemugaran Makam Puyang Lawang Kidul karena berkat inisiatifnyalah pemugaran ini bisa berjalan dan ia pun langsung menginstruksikan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Lawang Kidul untuk mendukung penyelesaian pembangunan ini.

“Untuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Lawang Kidul agar dapat terus mendukung kegiatan-kegiatan religi semacam pemugaran Makam Puyang Lawang Kidul ini dan bukan hanya disini tapi di setiap kegiatan religi-religi lainnya,” pinta Plt Bupati.

Tak hanya menginstruksikan Perusahaan, Plt Bupati juga memberikan dukungan penuh atas pemugaran makam puyang ini,  karena disamping bisa bercerita dengan anak cucu kita tentang sejarah Lawang Kidul, hal ini juga berkaitan dengan progress Kota Tanjung Enim menjadi Kota Tujuan Wisata diantaranya Wisata Religi.

Diakhir acara Plt Bupati memberikan bantuan berupa 50 sak semen kepada tim pemugaran Makam Puyang Lawang Kidul.

Diawal acara tadi, Tumenggung Lawang Kidul, Dedi Sigarmanudin menjelaskan sekilas sejarah Puyang Lawang Kidul. “Puyang Lawang Kidul berasal dari Pati di Pulau Jawa yang bernama Syech Muhammad Ilyas Bin Abdullah sebagai penyebar peradaban islam pada abad ke-13 di Kecamatan Lawang Kidul.”

Menurutnya, Pemugaran makam ini bertujuan mengangkat kembali budaya lokal asli daerah setempat untuk diperkenalkan kepada generasi muda dengan harapan bukan hanya sekedar dapat diketahui tapi dapat juga diteruskan jejak-jejak religiusnya oleh generasi muda kita. pungkas Tumenggung.